Jumat, 08 Maret 2019

Be Do Have

Be- Do- Have
         Inilah rumusan untuk sukses, pertama diawali dengan BE (menjadi) atau membangun harapan tentang diri Anda akan menjadi apa nantinya. "Juara tidak dihasil! kan darı kejuaraan. Juarı adalah dihasilkan dari sesuatu yang mereka miliki di dalam diri mereka keinginan impian, dan visi". Sebab, bila Anda tidak punya cita-cita seperti hidup segan mati tidak mau, mirip zombi  Tidak ada gairah, karena target hidupnya rendah Maka "Tujulah bintang Anda, tidak peduli betapa jauh, Anda harus mencapai jauh tinggi dan meyentuh hidup Anda dengan cinta. Terus saja, jangan menoleh ke belakang".

Setelah cita-cita kita telah terpctakan, langkah selanjutnya adalah di DO (kerjakanlah). Jangan sampat, mimpi-mimpı indah kita hanya menggantung di atas awan, ndak pernah membumi. "Berbuatlah kalian Karena setiap orang dipermudah kepada yang diciptakan untuknya." (HR. Muslim). Dan kalau Anda sudah bekerja secara tertib untuk mendaratkan mimpi-mimpi Anda, maka Anda akan HAVE (memiliki). Ands bisa meragkuh semua mimpi Anda menjadi nyata. Anda bisa memiliki mobil mewah dan rumah megah, bila Anda mencita-citakannya. Hanya kemudian, bahwa motif anda meraih sukses itu dilandasi oleh nilai-nilai yang tinggi, tidak sekedar untuk aktualisasi diri saja, tetapi juga ada hubungan timbal balik dengan sesama, Hubbuminanass.. 😁

Soooo.....😄
Sudahkah anda memikirkan cita-citamu???
Atau harapanmu kedepan ???? 

Kamis, 22 November 2018

Harapan Dalam Penantian


     Lembar-lembaran kuserpihkan
Kugambarkan betapa rapuhnya aku
Kenang-kenangan kuusangkan
Terlihat aku yang sedang kesepian

Tersendiri aku dalam ratapan
Tersayat hati ini gemercik isyaratkan kesedihan

Dalam diam kugoreskan
Kian malang kehidupan
Berpisah dengan sang harapan

Aku merintih ....
Menjerit dalam keheningan
Tertatih dalam kesendirian
Masih menantikan kehadiran

Terpuruk aku menyesal
Tatkalaku menyalahkan keadaan
Beranggapan sang kuasa tak adil padaku

Tersadar aku dalam kesalahan
Membenarkan takdir harus kulakukan
Menjalani keadaan dalam kehidupan
Menanti sang harapan ....
Meski dalam penantian panjang.

Jangan Pergi

Di mana kamu?
Yang membawaku ke bejana cinta, kunyamankan dan tiba-tiba tiada.
Di mana kamu?
Yang menyuguhkan indah merasuk sukma,
Namun menghempas begitu saja.
Lihatlah aku, seorang diri menjaga sayangmu.
Lihatlah aku, masih di sini menanti kasihmu.
Lihatlah aku!
Apa kulalukan saja rasaku?
Kubuang jauh-jauh tentangmu dari ingatanku?
Kuacuhkan jiwa yang terlanjur sepi tanpamu?
Mengertilah!
Aku yang terlampau cukup mengertikanmu
Atau kau yang tak mampu mengerti akanku
Sudahi egomu,
Dan ...
Akan kuusangkan amarahku
Kehangatan cinta sudah melambai
Tepat di depan mukaku menantimu.

Jumat, 14 September 2018

Motivator Terbaik Adalah Diri Pribadi

Salam Semangat untuk Kita Semua .. :-)

      Motivasi merupakan dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Artinya, dalam hidup ini kita akan selalu membutuhkan motivasi untuk melakukan berbagai hal dalam mencapai tujuan-tujuan kita. Motivasi terbagi bermacam-macam bentuknya, ada orang yang semangat dan termotivasi karena uang, ada juga karena pujian, ada juga yang memang ingin berbagi manfaat dan kebaikan. Bisa juga orang termotivasi karena ingin mengikuti langkah pencapaian seseorang yang dia sukai misalnya ingin seperti si "A"

       Biasanya, orang yang selalu termotivasi akan terus menerus berusaha melangkah bahkan berlari untuk mengejar cita-citanya. Sayangnya ternyata motivasi terkadang tidak hadir dalam diri kita. Akhirnya timbulah hal-hal negatif pada kehidupan sehari-hari, seperti rasa malas, sedih, takut, merasa tidak sanggup dan berbagai hal negatif lainnya. Sehingga kita membutuhkan Motivator dalam hidup kita.
Selama ini kita mengenal berbagai motivator yang bisa menimbulkan semangat motivasi dalam diri dengan berbagai semiar dan trainingnya. Pertanyaannya berapa lama motivasinya akan timbul dalam diri kita???
Apakah selamanya???
Hanya sesaat bukan. Nah,,, lalu siapakah Motivator terbaik yang akan selalu bisa memotivasi kita setiap saat???

       Kalau sedang galau, misalnya karena cinta, biasanya apa yang dilakukan? Tanpa sadar, biasanya kita akan mencari motivasi dari berbagai motivator disekeliling kita. Ada yang curhat dengan teman dan berharap mendapatkan solusi, ada juga yang curhat di Facebook dengan berharap ada yang memperhatikan. Ketika kita bertemu dengan teman kita, kemudian curhat menceritakan perasaan galau dan gundah gulana kita kepadanya. Kemudian teman kita biasanya akan tiba-tiba bijaksana dan berkata, "Sudahlah, gue yakin lo pantes dapetin yang lebih baik". Kemudian tiba-tiba timbul motivasi dan semangat untuk move on.
Ketika selesai curhat, biasanya ada perasaan lega. Tapi tentunya, teman kita tidak bisa selamanya hadir disamping kita. Ketika dia pulang atau berpisah dengan kita. Apakah motivasi itu tetap hidup??? Ternyata mulai meredup dan menghilang, akhirnya galau lagi. Karena ingin mendapat perasaan lega lagi, biasanya curhat berlanjut di telpon. Selesai telponan, perasaan kembali lega. Satu menit dua menit, sepuluh menit, perasaan galau kembali muncul. Akhirnya berbagai cara kita lakukan untuk mendapat motivasi dari teman kita itu dan tetap tidak membuat hati kita benar-benar tenang. Justru malah membuat kita addicted untuk terus curhat melebar kemana-mana, tapi tidak benar-benar memberikan solusi.
Maka, kalau kita hanya mengandalkan motivasi dari luar, sedangkan diri kita masih galau itu hanya akan mampu memotivasi kita beberapa saat saja. Namun jika motivasi itu benar-benar kita munculkan dari dalam diri sendiri. Maka kapanpun kita sedih, galau, gundah, kita bisa memotivasi diri kita kapanpun kita mau.

Karena Motivator Terbaik adalah Diri Kita Sendiri.

Senin, 16 Juli 2018

Membangun Cinta di Tubuh Organisasi


      “Mustahil ada kerja jika tanpa ada cinta”. Pernyataan itu saya ucapkan pada diskusi bersama teman-teman   IPNU  Sebenarnya itu merupakan hipotesa yang sudah lama saya peram agar kebenarannya teruji dulu—Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa informasi dan ilmu pengetahuan mestinya bersifat empiris alias teruji kebenaranya.

     Lah piye, nda percaya kalau tiada kerja tanpa cinta? Sekarang mana mau bapak-bapak yang di sana kerja banting tulang kalau bukan karena rasa sayangnya pada sianak, karena tresnonya pada si ibu.  Mending tiduran sambil nonton duo srigala ceramah mama Dedeh to? atau si pemuda berbadan tegap kekar, rela menerabas hujan penuh petir hanya untuk menjemput gadis manis pujaan hatinya yang sebenarnya bisa naik angkot sendiri itu?

Jadi jelas, orang akan termotivasi untuk melakukan kerja-kerja nyata—bahkan walau harus bertaruh nyawa—jika ada cinta di hatinya.  Betul 😁
Tentu saya tidak sedang bicara soal cinta khas anak muda kekinian itu.
Saya sedang berujar soal cinta yang fitrah, cinta kita pada sesuatu di luar asmara.
Dalam konteks organisasi juga sama,tidak ada kerja dalam organisasi jika tanpa ada rasa cinta.
Entah cinta pada diri sendiri sebagai makhluk yang layak dapat banyak ilmu dan pengalaman, cinta pada lembaga sebagai wujud pengabdian yang hakiki, maupun cinta pada orang tua sebagai menifesto atas pembuktian baktinya. Atau bisa jadi cinta pada salah satu pengurus sebagai wujud ketertaklukannya pada makhluk ciptaan Tuhan.
Pokoknya kalau tidak ada cinta, mustahil ada kerja dalam organisasi.

Kalaupun organisasi itu berjalan, yang ada bukanlah kerja-kera pengorganisasian melainkan perbudakan, Yah perbudakan, karena kerja organisasi dilakoni atas dasar rasa takut! Dan sekali lagi ingat, organisasi bukan tentang rasa takut, organisasi adalah tentang rasa sayang.
Dari sekian rumusan masalah yang berkembang dan memenuhi rongga otak saya yang sempit lagi pengap ini, yang paling menyita perhatian adalah bagaimana membangun cinta dalam berorganisasi? Agar rapat organisasi menjadi hal yang dirindu sebagaimana menggebunya rindu pasangan LDR.

Diskusi bersama teman se-organisasi menjadi hal yang dinanti, sebagaimana jomblo menanti datangnya jodoh. Sungguh mengasyikan bukan? Tidak seperti sekarang ini, dengar kata rapat saja kita alergi, badan gatal-gatal, perut mules, kembung, panas dingin,
inget mantan kepala cenat-cenut.
Setelah melakukan semedi dan perenungan yang mendalam, akhirnya saya mencoba mengeluarkan sabda raja pemikiran saya yang sekali lagi saya tegaskan, sempit lagi pengap ini, bahwa untuk membangun cinta dalam berorganisasi kita perlu melakukan hal-hal berikut:

1. Kenali dulu organisasimu

Pepatah legendaris yang telah lama berkembang dalam kepercayaan masyarakat Indonesia mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Tak sayang maka tak peduli, nah kalau sudah tak peduli bagaimana organisasi mau jalan. La wong pelakunya saja sudah tak peduli. Mau lembaganya vakum kek, bubar kek, ancur kek, atau berubah jadi rumah bordil sekalipun nda peduli. Jadi kenali dulu apa itu DEMA, BEM, dan HMPS, UKM, Organ Ekstra dll. Jangan sampai kita tidak tau apa yang akan kita jalani. Sampai pada detik dimana tulisan ini dibuat, saya masih meyakini bahwa keikutsertaan kalian menjadi pengurus lembaga tak akan berlalu sia-sia selagi kalian total menjalaninya. Satu contoh kecil adalah akan meningkatnya kemampuan speak up kalian. Ini kan modal besar nembak ataupun nolak gebetan.

2. Temukan tujuanmu

Saya amat sering mendengar orang dengan gagah dan PD berujar “biarkan saja berjalan laksana air mengalir, let’s it flow guys” . Kalau dengar orang ngomong gitu kadang saya pingin ngomong Let’s it flow nduasmu! saya tegaskan, bahwa tidak ada yang mengikuti air mengalir kecuali sampah, ikan mati, atau tai. Kalian mau ditai-taikan? Mau disampah-sampahkan? Lah iya, ikan juga punya tujuan. Kalau tidak sesuai tujuanya, si ikan juga akan melawan arus.
Lalu tunggu apa lagi? Masih mau bilang biarkan mengalir? Yasudah, tentukan tujuanmu mau ngapain masuk lembaga ini? Dengan mengetahui tujuan, langkahmu akan makin mantap, INI SERIUS.

3. Memanusiakan Manusia

Tidak usah dibantah bahwa
ngewongke uwong adalah proses membangun cinta yang efektif. Memangnya kalian mau dideskreditkan? Dialienisasi, di jelek-jelekan, direndah-rendahkan, diJomblo-jomblokan? Ini faktor penting membangun cinta. Relasi ketua-anggota dalam organisasi sudah semestinya mengedepankan nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai demokratis. Satu contoh kecil adalah bagaimana kewajiban menjaga marwah dan martabat organisasi dengan menjaga marwah dan martabat para pelakunya. Lah bagaimana mau terlaksana dengan baik, jika perintah ketua dalam menjalankan organisasinya saja sudah dengan nada tinggi, sambil berkacak pinggang pula, kalaupun sprintahnya dilaksanakan pastilah diiringi umpatan agar ketuanya cepet mati diberi hidayah. Pun kalau ketua organisasi yang tidak dihormati, contoh kasus misalnya ketua umum yang ngantar surat sendiri.
Artinya ketua dan bawahanya mesti menjaga wibawa rekan timnya. Menjaga kehormatan dengan memanusiakan manusia mungkin sulit, tapi tidak mustahil.
So keep traying gaes..!

4. Berbicaralah

Lah kan aneh kalau mau harmonis tapi irit kata-kata. Komunikasi adalah kunci! Betapa tidak okenya ketika memendam perasaan, cuma main kode-kodean doang. HEI!!! Kalian sedang ikut organisasi bukan pramukaan! Katakanlah pada rekan organisasi apa yang kalian butuhkan, apa yang kalian pikirkan, take and give, jangan hanya bilang terserah lalu marah ketika tidak sesuai keinginanya. Kasian ketuanya… gunakan cara komunikasi yang baik. Jangan sampai niatnya mengutarakan pendapat malah jadi ajang debat lalu hilang akal sehat dan saling babat.

5. Tertib administrasi

Ngomongin organisasi tentu tidak bisa lepas kata administrasi. Sama ketika kita ngomongin jomblo dan kengenesanya, mereka bak dua sisi uang logam, SEPAKET. Eh jangan salah administrasi juga bisa menumbuhkan cinta. Satu contoh saja, bagaimana pentingnya seseorang mengingat tanggal jadian, tanggal lahir pasangan, dsb. Kesemua itu merupakan perwujudan sistem administrasi. Tentu tidak bisa kita bayangkan bagaimana jadinya jika, dua sejoli yang sedang asyik memadu kasih tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada jam 00.01 di hari ulang tahun pasanganya. Sudah pasti ada invasi itu, bakal ada keretakan di situ. Pun sama dengan organisasi, ketika proses pencatatan, pengarsipan, analisa-analisa tidak teradministrasi dengan baik, jangan harap organisasinya maju.

Sabtu, 02 Juni 2018

Meriyahkan Malam Romadhon . PAC IPNU-IPPNU PALANG & GP ANSOR PALANG Gelar Festival Musik Sahur.

Jum'at, 8 juni 2018

Palang - Pimpinan  Anak Cabang  Ipnu-Ippnu  dan Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan palang Kabupaten Tuban  menggelar  Festival Musik Sahur dalam rangka  memeriyahkan malam Bulan Suci Romadhon,  Kegiatan tersebut   di mulai dari lapangan desa Cendoro  dan finish di lapangan parkir  Ibrahim Asmoroqondi. Jum'at (8/6).

Festival Musik sahur  atau sering disebut Festival Tongklek tersebut diikuti puluhan Grup  dari beberapa  Daerah  yang ada di Kabupaten Tuban  maupun di luar kabupaten Tuban.

Ketua PAC IPNU Palang , Samsudin  mangatakan, kegiatan tersebut dilangsungkan untuk menambah rasa Sayang  terhadap tradisi nenek moyang,     Dan ia juga mengatakan    dengan kegiatan seperti inilah  kita bisa menambah Rasa  sayang  terhadap tradisi dan melestarikan tradisi  moderen   tampa menghilangkan  tradisi yang lama.

“Disisi lain juga untuk membumikan tongklek  di Bumi Wali dengan bertujuan mencetak generasi pecinta Seni  yang kreatif, cerdas dan Berprestasi,” ujar Ketua PAC IPNU PALANG  tersebut.

"Ke depanya, kami akan melakukan berbagai kegiatan yang dapat memberi manfaat untuk diri pribadi  dan orang lain," imbuhnya.(wit/rev

Jumat, 06 April 2018

IBU PERNIKAHAN

IBU PERNIKAHAN

(M tajuddin)


          Aku tahu pernikahan menurut syariat Islam
Karena sesungguhnya dengan menikah akan menundukkan padangan dan kemaluan
Ada yang bilang

Sari konde Ibu pernikahan lebih indah dari intan emas permata berlian

Tapi, Ibuku berpesan
Nak....!
Carilah pasangan yang mengerti syariat Islam
Tindak tanduknya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa baktinya pada orang tua
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Aku terlahir dari Ibu pernikahan
Yang katanya jari jemarinya terdapat sari getah hutan
Melekat tak terpisahkan
Wahai pemuda pemudi Indonesia
Lihatlah bingkai Ibu kalian di pernikahan
Saat penglihatan kalian mulai tersakiti
Supaya kalian dapat mengingat
Bahwa kita sedang diuji
Jika kalian ingin memiliki sikap yang cantik, sehat, berbudi dan kreatif
Maka datangilah pesta pernikahannya
Karena kalian akan mengerti arti kedewasaan
Aku tahu pernikahan menurut syariat Islam
Kidung ijab qabul lebih menyakitkan dari kata perpisahan
Gemulai gerak tarinya adalah penghianatan
Sebusuk irama puja pada setan
Nafas maafnya tak lebih dari bualan
Demi merapikan sehelai benang sandiwara
Pantang air mata meleleh
Menangisi keputusan sepihak
Tapi kenapa Ibu ?
Kenapa, kau selalu memintaku
Memandang bingkai pernikahanmu
Saat pandanganku mulai tersakiti
Ketahuilah Ibu
Aku tidak pernah meninggalkannya
Meskipun ia sering membuat kecewa
Aku selalu menunggunya pulang
Diantar kekasihnya di gang perumahan
Sampai ia jatuh di pelukanku
Dan mengantarnya pulang bersanding dengan orang lain
Sudah sejak dahulu kala riwayat cinta beradab ini akan tersisihkan oleh Ibu pernikahan dan kaumnya