Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2019

R I N D U

 Pagi ini sedikit rintik oleh mendungnya hati
Kuracik kopi dan rindu hingga menusuk sanubari
Pandang kosong tersesat oleh kata hingga makna
Engkau kah akhir kutujukan jiwa
Ataukah berakhir pilu di simpang asa

Kopi pagi ini tak semanis kemarin pagi
Oleh rasa yang kian lelap termakan masa
Ku coba ulangi racikan kopi dan cinta
Tuk sempurnakan tanya
Adakah benar kau mencintaiku sahaja

Semakin ku racik kopi dan rindu
Haruskah kutiadakan keduanya itu ?
Oleh kopi yang hilang pahitnya ?
Atau oleh rindu yang hilang laranya

Kusedup kopi pagi ini
Kuracik dengan sebuah mimpi
Agar dapat kuseruput rindu darimu
Agar cinta ini abadi teruntukmu😁😍

Kamis, 22 November 2018

Jangan Pergi

Di mana kamu?
Yang membawaku ke bejana cinta, kunyamankan dan tiba-tiba tiada.
Di mana kamu?
Yang menyuguhkan indah merasuk sukma,
Namun menghempas begitu saja.
Lihatlah aku, seorang diri menjaga sayangmu.
Lihatlah aku, masih di sini menanti kasihmu.
Lihatlah aku!
Apa kulalukan saja rasaku?
Kubuang jauh-jauh tentangmu dari ingatanku?
Kuacuhkan jiwa yang terlanjur sepi tanpamu?
Mengertilah!
Aku yang terlampau cukup mengertikanmu
Atau kau yang tak mampu mengerti akanku
Sudahi egomu,
Dan ...
Akan kuusangkan amarahku
Kehangatan cinta sudah melambai
Tepat di depan mukaku menantimu.

Jumat, 06 April 2018

IBU PERNIKAHAN

IBU PERNIKAHAN

(M tajuddin)


          Aku tahu pernikahan menurut syariat Islam
Karena sesungguhnya dengan menikah akan menundukkan padangan dan kemaluan
Ada yang bilang

Sari konde Ibu pernikahan lebih indah dari intan emas permata berlian

Tapi, Ibuku berpesan
Nak....!
Carilah pasangan yang mengerti syariat Islam
Tindak tanduknya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa baktinya pada orang tua
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Aku terlahir dari Ibu pernikahan
Yang katanya jari jemarinya terdapat sari getah hutan
Melekat tak terpisahkan
Wahai pemuda pemudi Indonesia
Lihatlah bingkai Ibu kalian di pernikahan
Saat penglihatan kalian mulai tersakiti
Supaya kalian dapat mengingat
Bahwa kita sedang diuji
Jika kalian ingin memiliki sikap yang cantik, sehat, berbudi dan kreatif
Maka datangilah pesta pernikahannya
Karena kalian akan mengerti arti kedewasaan
Aku tahu pernikahan menurut syariat Islam
Kidung ijab qabul lebih menyakitkan dari kata perpisahan
Gemulai gerak tarinya adalah penghianatan
Sebusuk irama puja pada setan
Nafas maafnya tak lebih dari bualan
Demi merapikan sehelai benang sandiwara
Pantang air mata meleleh
Menangisi keputusan sepihak
Tapi kenapa Ibu ?
Kenapa, kau selalu memintaku
Memandang bingkai pernikahanmu
Saat pandanganku mulai tersakiti
Ketahuilah Ibu
Aku tidak pernah meninggalkannya
Meskipun ia sering membuat kecewa
Aku selalu menunggunya pulang
Diantar kekasihnya di gang perumahan
Sampai ia jatuh di pelukanku
Dan mengantarnya pulang bersanding dengan orang lain
Sudah sejak dahulu kala riwayat cinta beradab ini akan tersisihkan oleh Ibu pernikahan dan kaumnya

Rabu, 27 Desember 2017

Kebimbagan Hati


Cinta ?
Penuh arti untuk menggambarkan nya
Penuh rasa untuk melukiskan nya
Penuh emosi untuk mengungkapkan nya
Bagaikan arus yang bergelombang itu lah cinta
Tak semulus langit di angkasa
Tak sehalus pasir di pantai
Tak sesempurna selain ciptaan tuhan
Aku pernah merasakan kecewa
Aku pernah merasakan sakit hati
Aku pernah merasakan kesedihan
Dan aku pernah...
Tak mungkin aku melupakan nya
Dia datang lalu pergi..!
Membuat ku hancur bagaikan butiran kaca yang pecah
Hati ku hampa karna semuanya
Haruskah aku bertahan ?
Haruskah aku berlalu ?
Aku bimbang...
Aku bingung...